DEMAK-Pada hari ini Rabu tanggal 22 Juli 2020, dilaksanakan kegiatan Pemeriksaan 100 % pekerjaan integrasi pergaraman yang berlokasi di 3 Desa yaitu : Ds. Kedung Karang, Ds. Kendalasem dan Desa Mutih Kulon ( Kec. Wedung ). Kegiatan ini dibiayai dari Anggaran Dana Tugas Pembantuan (TP)/ APBN Tahun 2020.
Pemeriksaan Pekerjaan ini di hadiri oleh Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Kab. Demak Bapak Mohamad Fathkurokhman, Kabid Perikanan Tangkap dan Kelautan M.Sulkan, S.Pi, MT, Kasie Pengembangan Sarana dan Prasarana Nelayan dan Masyarakat Pesisir Setio Hartono. SPi, Tim Teknis, Penyedia Barang dan jasa, Konsultan Perencanaan, Konsultan Pengawas dan perwakilan petambak garam penerima bantuan program PUGaR Tahun 2020.
Kegiatan ini di maksudkan untuk memastikan kesesuaian antara laporan progres/kemajuan pekerjaan dari penyedia barang/jasa dan konsultan pengawas lapangan dengan kondisi nyata yang ada di lapangan. Total luas integrasi garam Tahun ini adalah 53,10 ha dengan rincian :
- Lahan tambak garam Telogo Desa Kendalasem Kec. Wedung seluas 17,10 ha
- Lahan tambak garam pancen Sae Desa Kedung Karang Kec. Wedung seluas 16 ha.
- Lahan tambak sekuning wetan II Desa Mutih Kulon Kec.Wedung seluas 20 ha.
Dari pemeriksaan lapangan dan hasil cek poin yang dilakukan, secara keseluruhan pekerjaan telah terselesaikan dengan baik sekaligus siap untuk diserahterimakan dari pihak rekanan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak. Untuk selanjutnya diharapkan pekerjaaan ini dapat segera dimanfaatkan oleh petambak garam penerima bantuan tersebut, karena saat ini musim produsi garam sudah mulai berjalan. Dengan sistem integrasi pergaraman ini, ditargetkan lahan tambak garam akan mampu memproduksi garam minimal 120 ton per hektar selama satu tahun. Pada Tahun 2020 ini Pemerintah mentargetkan produksi garam nasional sebesar Rp. 3 juta ton dengan Nilai Tukar Petambak Garam (NTPG) Sebesar 125 sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan petambak garam. (Dinlutkan Kab.Demak)








